Semarang, ners.fk.undip.ac.id – Departemen Ilmu Keperawatan, FK UNDIP Semarang bersama PPNI Komisariat DIK FK UNDIP dan HIMKA UNDIP melaksanakan Bakti Sosial yang dilaksanakan di lobi Departemen Ilmu Keperawatan FK Undip pada Jum’at (24/4/2020) lalu.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 68 mahasiswa keperawatan baik Program Studi Sarjana Keperawatan maupun Program Studi Ners yang berasal dari keluarga kurang mampu dan berusaha tetap bertahan hidup di Semarang pada masa pandemi Covid-19 ini.

Saat ini, seluruh dunia termasuk Indonesia sedang mengalami wabah virus Corona yang sangat memprihatinkan. Mengerucut ke tingkat provinsi penyebaran COVID-19 di Indonesia juga semakin meluas. Jawa Tengah menjadi peringkat ke-5 jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak. Pemerintah Kota Semarang telah mencanangkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sebagai Peraturan Nomor 28 Tahun 2020 sejak Maret 2020. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat penanganan wabah Covid-19 dengan memutus mata rantai penyebaran virus ini melalui metode physical distancing. Namun, dengan adanya kebijakan ini juga memberikan dampak negatif lainnya seperti menurunnya aktivitas bekerja di luar bagi masyarakat yang dapat menurunkan pendapatan keluarga. Sehingga, beberapa keluarga juga mengalami kesulitan ekonomi dan terhambat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sementara, gizi yang baik sangat diperlukan untuk menjaga daya imun dalam pencegahan wabah ini. Oleh karenanya, diperlukan bantuan pemenuhan gizi berupa bahan pokok makanan untuk masyarakat terdampak pandemic Covid-19 ini.

Dampak negatif dalam masalah sosial ekonomi ini juga dirasakan bagi mahasiswa khususnya yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Tidak sedikit dari keluarga mereka yang mengalami masalah ekonomi sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Sementara, banyak pula mahasiswa yang berasal dari luar daerah yang tidak dapat kembali ke wilayah asal mereka karena menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Hal ini menyebabkan mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Didasari oleh rasa kepedulian bagi sesama maka civitas akademika Departemen Ilmu Keperawatan FK UNDIP (dosen, staf tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni) mencoba menginisiasi penggalangan donasi untuk bantuan Sembako bagi mahasiswa yang membutuhkan. Kegiatan pemberian bantuan Sembako (Sembilan Bahan Pokok Makanan) seperti beras, telor, minyak goreng, gula pasir, teh celup, mie instan, dan lain-lain kepada mahasiswa terdampak dilakukan secara bertahap dan tetap melaksanakan protokol pencegahan penularan Covid-19. Pada pelaksanaannya, mahasiswa pengurus HIMKA UNDIP (Himpunan Mahasiswa Keperawatan) membantu dosen dan staf tenaga kependidikan dalam pendistribusian paket bantuan dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan menyediakan hand sanitizer untuk mencuci tangan selama kegiatan.

Adapun mahasiswa yang menerima donasi dibagi dalam 4 kelompok sehingga tidak terjadi antrian dan berlangsung secara tertib yakni 1) Mahasiswa S1 A.18, A.19, dan B19 sejumlah 19 orang, 2) Mahasiswa S1 A.17 sebanyak 11 orang, 3) Mahasiswa S1 A.16 yakni 19 orang, dan 4) Mahasiswa Profesi Ners 34 dan 35 yang berjumlah 22 orang. Mahasiswa sangat merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Diharapkan hal ini dapat meringankan beban mahasiswa dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan dapat mengupayakan agar kesehatan masyarakat selalu terjaga. (Henni, Nana)