Semarang, ners.fk.undip.ac.id – Sejak 13 April 2020, Indonesia ditetapkan mengalami pandemic virus corona (COVID-19) sebagai bencana nasional melalui penerbitan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020. Corona virus menyebar ke-34 provinsi di Indonesia termasuk di Jawa Tengah.

Kasus pertama di Jawa Tengah dilaporkan berasal dari kota Solo sebanyak 2 orang, dan kasus selanjutnya menurut laporan berasal dari kota Semarang sebanyak 2 orang. Sampai saat ini, per Senin 1 Juni 2020 pukul 18.30 WIB jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Semarang meroket tembus di angka 119 orang. Pasien positif bertambah 22 orang, dimana hari sebelumnya jumlah pasien positif di angka 97 orang, sedangkan hari ini menjadi 119 orang. Dalam dua hari jumlah pasien positif bertambah 23 orang (siagacorona.semarangkota.go.id).

Penyebaran COVID-19 yang semakin meluas, tentu saja berdampak kepada banyaknya kebutuhan alat-alat kesehatan khusus yang digunakan dalam mencegah penyebaran COVID-19, yang salah satunya adalah masker. Namun, terbatasnya jumlah masker yang memenuhi standar pemakaian tentunya akan berpengaruh terhadap percepatan penyebaran virus corona dan bertambahnya kasus positif COVID-19. Selain itu, fenomena mahalnya harga masker karena langkanya ketersediaan masker, terjadi di berbagai daerah yang menyulitkan masyarakat memenuhi protocol kesehatan untuk pencegahan covid-19. Jadi, masih banyak warga masyarakat yang belum mematuhi himbauan pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan dari paparan covid-19.

Seseorang dapat terpapar virus corona melalui beberapa cara. WHO menyatakan bahwa penularan virus Covid-19 ini melalui dua transmisi, yaitu percikan (droplet) saluran pernapasan dan kontak. Percikan saluran pernapasan dihasilkan saat seseorang batuk atau bersin. Setiap orang yang berada dalam kontak erat (dalam radius 1m) dengan orang yang menunjukkan gejala-gejala gangguan pernapasan (batuk, bersin) berisiko terpapar percikan saluran pernapasan yang kemungkinan dapat menyebabkan infeksi (infeksius). Percikan juga dapat jatuh ke permukaan benda di mana virus tetap aktif; oleh karena itu, lingkungan sekitar terdekat dari orang yang terinfeksi dapat menjadi sumber penularan (penularan kontak). Penularan virus covid-19 bisa terjadi pada orang-orang yang bergejala (simtomatik), belum menunjukkan gejala (prasimtomatik), dan tidak bergejala (asimtomatik) yang terinfeksi virus.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa seseorang yang berada dalam kontak erat dengan orang lain sangat beresiko terjadi penularan. Karakteristik seperti ini banyak ditemukan di area pasar. Sehingga, pedagang dan pengunjung dipasar merupakan masyarakat yang rentan terpapar virus ini. Pasar yang selalu ramai dengan Pedagang dan pengunjung membuat pembatasan jarak yang tidak maksimal. Para Pedagang ataupun pengunjung yang tidak menggunakan masker juga menambah virus covid-19 ini mudah menular. Penggunaan masker merupakan salah satu cara dalam mencegah penularan virus covid-19. Penggunaan masker yang baik dan benar mampu mencegah penyebaran sebanyak 75%. Pencegahan yang bisa dilakukan di masyarakat adalah dengan menggunakan masker kain yang bisa dibuat sendiri atau membeli.

Departemen Ilmu Keperawatan (DIK) FK UNDIP berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam memutus penyebaran virus covid-19 dengan melakukan berbagai macam kegiatan bakti social yang salah satunya adalah memproduksi dan membagikan masker kain secara gratis kepada masyarakat khususnya di wilayah kota Semarang. Tim yang terlibat dalam kegiatan ini mengawali dengan mencari konsep terkait kain yang tepat untuk pembuatan masker kain (3 lapis dan terdapat kantung untuk lapisan filter), belanja kebutuhan pembuatan masker, dan berkoordinasi dengan penjahit masker kain.

Beberapa dosen DIK FK UNDIP yang terlibat sebagai ketua tim dalam kegiatan ini antara lain adalah Sarah Ulliya, S.Kp., M.Kes., Ns. Diyan Yuli Wijayanti, S.Kep., M.Kep., Dr. Anggorowati, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., dan Ns. Nurullya R., S.Kep., M.Kep. Sp.Kep.Kom. Tim masker menghasilkan sejumlah kurang lebih 300 masker kain yang dibagikan secara merata diwilayah Pasar Jati Banyumanik, Pasar Damar Banyumanik, BQ Square Tembalang Banyumanik, dan di Pasar Meteseh Kecamatan Tembalang, Semarang.

Kegiatan bakti sosial yang dilakukan Departemen Ilmu Keperawatan FK UNDIP ini merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai upaya bersama penanggulangan pandemic virus corona (Covid-19) di masyarakat dan secara khusus untuk membantu dan mendukung secara penuh mitra kami yaitu tenaga kesehatan dalam memberi pelayanan kesehatan di unit-unit Puskesmas dan RS dalam menangani pasien covid-19 yang semakin meningkat. Besar harapan kami masyarakat dapat mempertahankan perilaku hidup sehat dengan selalu melaksanakan protocol kesehatan dalam pencegahan penyebaran dan penularan covid-19.

Proses kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Para pedagang dan juga pengunjung pasar telah menerima pemberian masker gratis dengan senang hati dan sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Warga pasar juga menyampaikan bahwa masker ini akan sangat bermanfaat bagi mereka dan akan digunakan sebaik-baiknya khusunya ketika mereka harus melakukan kegiatan yang berada di luar rumah. (Diyan, 5 Juni 2020).